fbpx
Warna Teh dan Khasiatnya bagi Kesehatan

Warna Teh dan Khasiatnya bagi Kesehatan

Siapa yang tidak kenal dengan teh? Minuman yang satu ini memang dapat dibilang idola bagi semua kalangan. Rasanya yang menyegarkan dan proses penyajiannya yang mudah membuat minuman ini banyak penggemarnya.

Nah, buat kamu yang suka banget sama teh, pernah tidak sih berpikir kenapa air teh berwarna? Terus adakah manfaat dari warna yang berbeda pada teh? Penasaran dong dengan jawabannya, yuk kita cari jawabannya dari ulasan artikel berikut ini. Selamat membaca ya.

Kenapa Air Teh Berwarna?

Buat kamu yang gemar mengonsumsi teh, tentu sudah tidak asing dengan bermacam-macam warna teh. Warna yang berbeda pada teh membuatnya lebih eye catching ya. Ternyata zat warna yang terdapat pada teh bukan hanya berfungsi untuk membuatnya tampil lebih estetik, tapi juga memiliki khasiat.

Zat yang berperan memberi warna pada teh disebut katekin. Hal ini tampak jelas pada proses fermentasi yang terjadi pada teh hitam. Proses fermentasi tersebut mengakibatkan sebagian katekin terurai menjadi senyawa theaflavin dan senyawa thearubigin.

Di mana senyawa theaflavin ini bermanfaat memberikan warna kuning, sedangkan senyawa thearubigin membuatnya berwarna merah kecokelatan. Selain itu, katekin dan theaflavin yang terdapat dalam teh juga termasuk dalam kelompok antioksidan yang mempunyai kemampuan antioksidan yang tinggi sehingga memberikan efek yang positif terhadap kesehatan tubuh.

Berikut adalah beberapa manfaat dari katekin pada tubuh yang dirangkum dari berbagai sumber.

  • Menurunkan Resiko Terkena Penyakit Kronis

Katekin merupakan senyawa yang memiliki efek antioksidan dan antiradang. Sehingga bermanfaat untuk melindungi kerusakan sel tubuh yang diakibatkan oleh radikal bebas. Hal ini dapat memicu stres oksidatif dan peradangan.

Kedua kondisi tersebut perlu dikendalikan. Karena jika tidak terkendali dapat meningkatkan resiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

  • Melindungi Kesehatan Jantung

Efek antioksidan pada katekin disebut dapat menurunkan resiko penyakit jantung karena mampu mengendalikan kolesterol, membantu menurunkan tekanan darah, dan mengurangi penumpukan plak pada pembuluh darah.

  • Menjaga Kesehatan Otak

Senyawa katekin pun dianggap berperan dalam menjaga kesehatan otak. Hal ini terjadi dengan meningkatnya fungsi sel saraf dan mencegah terjadinya penyakit otak degeneratif. Selain itu, konsumsi katekin pun mampu menurunkan resiko gangguan otak yang diakibatkan oleh pertambahan usia, seperti pada penyakit Alzheimer dan Parkinson.

  • Mengontrol Berat Badan

Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan hal ini. Salah satu penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi 2 cangkir teh per hari dihubungkan dengan adanya penurunan lemak dan berat badan.

Penelitian lainnya telah diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition yang menunjukkan hal yang sama, mengonsumsi teh yang terdiri atas 690 mg katekin selama 12 pekan dihubungkan dengan penurunan lemak.

Nah, buat kamu yang ingin terhindar dari penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas. Ada baiknya sejak saat ini rajinlah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung katekin.

Bagi penderita diabetes kamu pun dapat mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung katekin, salah satunya adalah teh hitam. Teh hitam bermanfaat mengurangi resiko diabetes, mengonsumsi jenis teh ini dan menerapkan pola makan sehat dapat menjadi pencegahan diabetes dan mengurangi gejala diabetes yang dapat mengakibatkan komplikasi.

Nah buat kamu yang diet diabetes, bisa mencoba Tehdia, teh celup yang terbuat dari teh hitam dan pemanis daun stevia. Kamu dapat mengonsumsinya di saat santai atau sebelum senam kaki, supaya senamnya lebih semangat dan tubuh jadi bugar. Untuk informasi terkini tentang Tehdia, kunjungi aja situs webnya di www.tehdia.co.id.

Referensi:

  • http://balittri.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/info-teknologi/159-mengenal-4-macam-jenis-teh
  • https://www.halodoc.com/artikel/gemar-minum-teh-ini-manfaatnya-untuk-kesehatan
  • https://www.sehatq.com/artikel/manfaat-katekin-dan-egcg-dalam-teh-termasuk-lawan-kanker
Waspada Gejala Diabetes Usia Muda! Cegah dengan Teh Daun Stevia yang Manisnya Sehat

Waspada Gejala Diabetes Usia Muda! Cegah dengan Teh Daun Stevia yang Manisnya Sehat

Menjalankan pola hidup sehat dan memilih gula yang manisnya sehat merupakan cara tepat mengatasi dan mencegah terkena penyakit diabetes, seperti olahraga secara teratur, memilih makanan, dan minuman yang tepat, memilih gula alami yang aman bagi penderita diabetes, dan mengelola stres.

Tidak hanya orang tua, diabetes bisa menyerang siapapun tanpa mengenal usia termasuk anak muda. Banyak anak muda yang terkena diabetes karena hobi makan dan minuman manis. Gula menjadi salah satu penyebab diabetes.

Cara cerdas mencegah diabetes adalah dengan memilih gula yang manisnya sehat yaitu gula berbahan alami. Selain itu penting mengetahui ciri-ciri diabetes di usia muda agar diharapkan dapat mencegah atau meminimalisir terjadinya komplikasi yang berbahaya.

Ciri-ciri Diabetes di Usia Muda

Ada beberapa ciri yang bisa diketahui dari gejala diabetes muda, yakni:

1. Mudah Dehidrasi

Ciri-ciri pertama gejala terkena diabetes adalah sering haus dan mudah dehidrasi, walaupun sudah banyak minum dan tidak melakukan aktivitas berlebihan, namun tetap saja haus.

Rasa haus disebabkan karena kadar gula yang berlebih menyerap air secara terus menerus. Akibatnya muncul rasa haus berlebih atau istilahnya dalam kondisi polidipsia.

2. Sering Buang Air Kecil

Hal yang wajar jika seseorang sering kencing karena banyak minum, namun apabila melebihi volume harian orang dewasa maka bisa menjadi gejala atau ciri-ciri terkena diabetes.

Normalnya orang dewasa buang air kecil perharinya hanya dua liter. Apabila lebih dari volume tersebut dan terjadi di saat malam hari maka waspadalah.

3. Sering Merasa Lapar

Akibat produksi insulin berkurang bisa menyebabkan sulitnya memasukkan gula ke sel, akibatnya organ dan otot menjadi lemas dan kehilangan energi. Pada kondisi tersebut otak akan mengirimkan sinyal agar tubuh segera memasukkan makanan. Apabila kondisi ini terus berlanjut maka bisa menjadi salah satu gejala diabetes.

4. Berat Badan Menurun Drastis

Walaupun sering makan, penderita diabetes tetap mengalami penurunan berat badan. Hal ini disebaban karena proses metabolisme pada glukosa terganggu.

5. Sering Merasa Letih, Lelah, dan Lesu

Walaupun sering lapar, namun akibat penurunan berat badan yang disebabkan terjadinya pembakaran lemak dan otot secara tidak normal membuat penderita diabetes merasa letih, lelah dan lesu walaupun selama seharian tidak beraktivitas.

6. Mengalami Gangguan Pandangan

Sering merasa haus dan dehidrasi menyebabkan pandangan menjadi kabur karena cairan di lensa mata terserap. Apabila sudah mengalami gangguan ini, segera lakukan pemeriksaan agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat untuk mencegah terjadinya kebutaan total.

Selain keenam gejala di atas masih ada gejala diabetes lainnya, seperti jika kulit terluka menjadi susah sembuh dan mudah infeksi, warna kulit jadi menghitam serta muncul bercak hitam di lipatan ketiak atau leher. Penderita diabetes juga sering mengalami kesemutan atau mati rasa, ciri-cirinya terjadi pembengkakan di kaki dan tangan.

Jika terjadi gejala-gejala di atas jangan sepelekan, segera lakukan pemeriksaan gula darah untuk mengetahui lebih jelas dan bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut

Cara Mengatasi Dan Mencegah Diabetes Dengan Teh Manisnya Sehat Alami

Minum secangkir teh 1-2 gelas setiap harinya bermanfaat mengatur kadar insulin. Selain itu teh juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan tekanan darah dan membantu penyerapan gula di dalam usus kecil.

Teh terbaik untuk mengatasi dan mencegah diabetes di usia muda adalah teh hitam tanpa gula atau pemanis lainnya. Namun tidak dengan Tehdia, karena Tehdia merupakan daun teh hitam yang dipadukan dengan pemanis alami nol kalori daun stevia, membuat manisnya sehat.

Untuk mengetahui informasi seputar hidup sehat dengan teh daun stevia, Tehdia bisa kunjungi websitenya di www.tehdia.co.id.

Referensi:

4 Gaya Hidup Milenial yang Memicu Diabetes

4 Gaya Hidup Milenial yang Memicu Diabetes

Diabetes itu tidak pandang bulu loh, usia yang masih muda seperti kalian, kaum milenial tidak menjamin bebas dari resiko diabetes.

Kalau kalian suka ngerasa badan pegal-pegal, cepat lapar atau haus, mudah lelah, dan sering beser. Waspadai diabetes sejak dini.

Maka penting buat kamu untuk mencari tahu penyebab gejala diabetes di usia muda. Apa aja sih yang dapat menyebabkan kamu berpotensi terkena diabetes di usia muda?

Suka Ngemil

Kamu suka ngemil tidak? Kebiasaan ngemil makanan yang tidak sehat dapat menjadi penyebab diabetes loh.

Apalagi sekarang banyak makanan kekinian yang pasti menggiurkan untuk dicoba. Tapi, kamu harus bijak dalam memilih makanan, jangan karena mengonsumsi makanan tersebut membuatmu berpotensi menderita hidden diabetes.

Melansir dari kanal Klikdokter, berikut jajanan kekinian yang dapat memicu diabetes.

  • Minuman Boba

Kandungan gula dan susu telah terdapat dalam minuman boba. Selain itu racikan boba juga sudah banyak mengandung gula dan tepung sehingga dapat meningkatkan risiko diabetes.

  • Chicken Crispy

Cemilan ini menggunakan tepung dan bumbu penyedap rasa yang digoreng dengan minyak panas. Tidak hanya rentan diabetes, kandungan minyak tersebut dapat berubah menjadi lemak yang menyebabkan komplikasi kesehatan seperti kolesterol dan bahkan obesitas.

  • Cheese Tea

Kandungan gula, susu, serta perpaduan antara krim keju pada minuman tersebut dapat meningkatkan kadar gula dalam darah secara signifikan. Peningkatan kadar gula tersebut dapat menyebabkan diabetes dan komplikasi kesehatan lainnya.

  • Telur Gulung

Kandungan minyak pada telur gulung berpotensi membuat obesitas, yang dapat meningkatkan resiko diabetes.

  • Corn Dog

Tepung roti sebagai bahan utama dari corn dog, terbuat dari karbohidrat dan sejumlah gula yang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah.

Males Gerak (Mager)

Perkembangan teknologi menjadi salah satu penyebab dari tren anak milenial yang satu ini. Yup, mager, kebayang dong buat kamu yang saat ini sedang WFH atau kuliah daring.

Kemana-mana males, kalau butuh sesuatu tinggal buka Android. Sehingga kamu jadi kurang gerak. Hati-hati loh, kebanyakan rebahan karena mager dapat meningkatkan resiko kamu terkena diabetes.

Jadi banyakin gerak ya sehingga dapat membuat tubuh lebih bugar dan membakar lemak dalam tubuh.

Banyak Makan Gorengan

Makanan yang satu ini, memang favorit banyak orang. Rasanya yang enak dan renyah membuat kita tidak bosan melahapnya.

Padahal, gorengan merupakan salah satu makanan yang paling meningkatkan resiko diabetes. Jadi mulai saat ini jangan keseringan makan gorengan ya.

Konsumsi Minuman Manis Terlalu Banyak

Segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan tentunya akan memberikan dampak yang buruk terhadap kesehatan tubuh.

Demikian halnya dengan minuman manis, mengonsumsi minuman manis yang mengandung gula akan membuat kamu rentan terkena diabetes.

Nah, untuk menjaga kadar gula dalam darah normal kamu dapat mengganti gula dengan pemanis alami yang terbuat dari daun stevia.

Sekarang kamu sudah paham dong, beberapa hal yang dapat menyebabkan kamu rentan terkena diabetes, meski usiamu masih muda.

Jadi mulai dari sekarang sebaiknya hindari atau kurangi kebiasaan ngemil, rebahan, makanan berlemak, dan konsumsi gula berlebih.

Lebih baik, beralihlah ke pola makan sehat, seperti mengonsumsi minuman yang bebas gula, seperti Tehdia.

Yuk, coba Tehdia. Minuman teh celup manis ini terbuat dari teh hitam yang menggunakan stevia sebagai pemanisnya.

Sehingga aman dikonsumsi semua kalangan, bahkan yang menderita diabetes sekalipun.  Pengen tahu lebih banyak tentang Tehdia, kunjungi saja www.tehdia.co.id.

Referensi:

  • https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3634809/daftar-jajanan-kekinian-yang-picu-diabetes-pada-generasi-milenial
  • https://www.klikdokter.com/penyakit/gula-darah-tinggi-atau-diabetes-melitus-tipe-2

6 Tips Mengatasi Diabetes Burnout Syndrome

6 Tips Mengatasi Diabetes Burnout Syndrome

Terkadang pekerjaan dapat membuat seseorang merasa sangat lelah karena menguras waktu dan tenaga. Hal tersebut memicu stres pada seseorang.

Kalau hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama maka akan berdampak pada masalah kesehatan yang dikenal dengan burnout syndrome. Lalu, apa sih burnout syndrome itu?

Apa Itu Burnout Syndrome?

Burnout syndrome merupakan keadaan negatif psikologi seseorang, di mana ia merasa stres, emosi tidak stabil, lelah, tidak semangat, bahkan bisa mudah terserang penyakit. Kondisi psikologis ini berhubungan dengan pekerjaan. Sehingga kondisi kesehatan ini dikenal juga sebagai occupational burnout atau job burnout.

Ternyata, kondisi psikologis ini tidak hanya terjadi pada pekerjaan, penderita diabetes menahun pun rentan mengalami stres terkait dengan penyakit yang dideritanya. Penderita diabetes mellitus tipe 1 maupun diabetes mellitus tipe 2 yang telah menahun, harus secara rutin memeriksa kadar gula dalam darah, mengonsumsi obat diabetes, dan mengatur pola makan dengan cara melakukan diet diabetes.

Kondisi tersebut, terkadang membuat penderita jenuh, lelah, hingga mengalami diabetes burnout syndrome. Hal ini berimbas pada perilaku psikologis dari penderita, seperti abai terhadap kadar gula darah mereka dan diet yang mereka lakukan. Lantas, apa saja yang menjadi penyebab dari terjadinya diabetes burnout syndrome ini?

Penyebab Diabetes Burnout Syndrome

Penyebab utama dari diabetes burnout syndrome adalah stres yang dialami penderita karena kondisi penyakitnya. Biasanya, kondisi ini disertai dengan perubahan psikologis, seperti:

  • Merasa kesal/marah terhadap penyakit diabetes yang dideritanya.
  • Frustasi dengan cara pengelolaan penyakit diabetes.
  • Merasa tidak termotivasi untuk berubah.
  • Merasa sendiri dan terisolasi.

Cara Mengatasi Diabetes Burnout Syndrome

Meskipun wajar terjadi, tapi diabetes burnout syndrome dapat berbahaya bagi penderitanya. Kalau tidak segera diatasi kondisi ini dapat membuat penderita frustasi hingga ingin mengakhiri hidupnya dengan memakan makanan penyebab diabetes tanpa memperhatikan pengaruhnya terhadap kadar gula darah mereka.

Melansir dari kanal Klikdokter, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi diabetes burnout syndrome, yaitu:

  • Jangan Memaksakan Diri

Saat kamu sedang melakukan program diet diabetes, jangan terlalu memaksakan diri. cobalah berubah sedikit demi sedikit, lakukan secara bertahap, dan jangan ekstrem.

  • Mintalah Bantuan Orang-orang Terdekat Kamu

Saat kamu merasa bosan dan tidak bersemangat lagi melakukan diet, ada baiknya kamu menceritakan hal tersebut kepada orang-orang terdekatmu.

Sampaikan keluh kesah mu terhadap mereka, walaupun terkadang kamu tidak mendapatkan solusi atas permasalahan yang kamu rasakan.

Tapi setidaknya dengan mencurahkan perasaanmu terhadap orang-orang terdekat, akan membuatmu lebih nyaman dan mereka pun akan memberikan respons yang positif, seperti menyemangati agar tetap menjalankan diet.

  • Ikuti Saran Dokter

Terkadang tentu rasa malas akan menghampirimu, lelah untuk memeriksakan kadar gula darah dan berkonsultasi dengan dokter.

Ingatlah bahwa semua itu demi kebaikanmu, jika kamu mengabaikannya maka hal tersebut dapat memperburuk kondisi penyakitmu dan dapat beresiko timbulnya komplikasi.

  • Meminta Bantuan Dokter atau Psikolog

Kalau kamu merasa hal ini sudah begitu mengganggu dan kamu tidak menemukan jalan keluar. Sebaiknya segera hubungi dokter atau psikolog untuk berkonsultasi.

  • Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai, seperti hobi atau bertemu dengan teman-teman.

  • Lakukan Relaksasi

Nah, untuk menenangkan diri, lakukanlah relaksasi dengan meminum secangkir teh. Kandungan antioksidan yang dimilikinya akan membuat kamu lebih rileks dan tenang.

Kamu dapat mencoba Tehdia, teh hitam yang menggunakan daun stevia sebagai pemanis. Karena terbuat dari pemanis stevia maka Tehdia aman dikonsumsi penderita diabetes. Penasaran? Kunjungi saja www.tehdia.co.id.

Referensi:

  • https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3650520/waspadai-ancaman-diabetes-burnout-kondisi-apakah-itu
  • https://hellosehat.com/mental/stres/burnout-syndrome/
Nilai Positif dari Pertemanan Sehat

Nilai Positif dari Pertemanan Sehat

Kehadiran teman tak hanya memberikan kenyaman, mereka juga akan selalu ada untuk mendukungmu, baik disaat senang maupun susah. Oleh karena itu, teman tidak hanya sekadar interaksi dalam lingkungan sosial, tapi juga memberikan manfaat yang positif terhadap kesehatan seseorang, baik secara fisik maupun mental.

Teman yang baik tentu akan menularkan nilai-nilai positif, tapi sebaliknya jika kamu salah dalam memilih teman bisa jadi kamu akan terpengaruh dengan lingkungan pertemananmu. Nah, berikut ini terdapat beberapa manfaat yang kamu peroleh dengan pertemanan yang sehat, diantaranya adalah:

Meningkatkan Kesehatan Tubuh

Tahukah kamu bahwa dengan pertemanan yang sehat akan memberikan dampak yang besar terhadap kondisi kesehatan seseorang. Memiliki teman membuat kamu lebih bahagia dan dapat mengurangi stres. Karena kamu dapat berkeluh kesah serta mendapatkan saran dan solusi atas permasalahan yang kamu hadapi.

Tentu saja hal tersebut akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh kamu, jadi kamu tidak mudah sakit. Selain itu, lingkungan sosial yang mendukung pun akan membuat tekanan darahmu lebih stabil dan meningkatkan rasa percaya diri. Karena selalu ada teman yang mendukung dan menasehati secara positif ketika kamu berada di situasi yang sulit.

Mendukung Pola Makan Sehat

Lingkungan pertemanan sangat berpengaruh terhadap penerapan pola makan yang sehat. Sebagai contoh, tentu pernah dong jalan bareng dengan teman. Nah, biasanya kamu bakal cari tempat nongkrong sekadar untuk ngobrol atau sambil membahas masalah kuliah atau kerjaan.

Lalu, supaya tidak boring tentu harus ada cemilannya dong. Terkadang tentu tergiur untuk membeli makanan junk food atau makanan siap saji lengkap dengan minuman bersoda. Tapi ingat, jika keseringan mengonsumsi makanan dan minuman ini dapat beresiko menjadi penyebab diabetes, karena mengandung lemak jenuh serta memiliki kandungan gula dan kalori yang tinggi.

Jadi sangat penting untuk menghindari mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah yang berpotensi membuat kalian mengalami diabetes usia muda.

Nah, dengan pertemanan yang sehat tentu akan membantu meningkatkan gaya hidup menjadi lebih baik dengan berbagi nilai-nilai positif, seperti dapat saling mendukung dalam menerapkan pola makan sehat sebagai pencegahan diabetes.

Menularkan Gaya Hidup Sehat

Sebagaimana yang kalian ketahui, penyakit diabetes mellitus tipe 2 biasanya timbul karena pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Ketika kamu berada dalam lingkungan pertemanan yang saling mendukung satu sama lain, dampak positif tentu akan dirasakan bersama.

Sebagai contoh, jika teman mu sedang melakukan program diet diabetes, tentu gaya hidup yang diterapkannya juga lambat laun akan kamu ikuti. Pada saat liburan, untuk menjaga kesehatan tubuh dan tetap bugar, kalian dapat jogging di sekitar rumah atau melakukan senam bersama.

Secara tidak langsung gaya hidup sehat yang dilakukan oleh temanmu pun lambat laun akan kamu praktikkan juga dalam kehidupan sehari-hari. Nah untuk membuat pertemanan kalian lebih akrab dan lebih semangat, disaat santai kalian dapat mencoba Tehdia.

Teh celup manis bebas gula ini tidak hanya aman diminum oleh penyintas diabetes. Tetapi juga, dapat menjadi pilihan buat kamu yang ingin menikmati sehatnya minum minuman manis rendah kalori. Tehdia juga tersedia dalam varian rasa leci loh yang dapat kamu nikmati bersama teman-teman disaat santai.

Buat, kalian yang ingin tahu lebih banyak tentang produk yang satu ini, kunjungi saja www.tehdia.co.id.

Referensi:

  • https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3630717/manfaat-persahabatan-bagi-kesehatan
  • https://www.klikdokter.com/penyakit/gula-darah-tinggi-atau-diabetes-melitus-tipe-2
6 Tips Aman Berpuasa bagi Penyintas Diabetes

6 Tips Aman Berpuasa bagi Penyintas Diabetes

Puasa memberikan manfaat bagi kesehatan, tetapi bagi beberapa penyintas penyakit tertentu perlu melakukan penyesuaian berkaitan dengan pola makan ketika berpuasa. Salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian khusus bagi penyintasnya ketika berpuasa adalah diabetes mellitus.

Mengenal Diabetes Melitus

Diabetes mellitus atau umumnya dikenal sebagai penyakit diabetes merupakan gangguan metabolisme tubuh yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah.

Diabetes dibagi menjadi dua jenis, yaitu diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2. Pada diabetes mellitus tipe 2 yang biasa disebut penyakit gula darah tinggi.  

Kondisi ini ditandai dengan terganggunya kerja dari hormon insulin dalam metabolisme tubuh yang menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup. Padahal hormon yang dibentuk dalam pankreas ini berfungsi mengendalikan kadar gula dalam darah.

Kadar gula darah yang menumpuk dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai komplikasi diantaranya adalah:

  • Gangguan pembuluh darah besar, seperti pembuluh darah otak dan pembuluh darah jantung
  • Gangguan pembuluh darah kecil
  • Gangguan persyarafan
  • Kelainan otot jantung
  • Disfungsi ereksi.

Tips Berpuasa yang Aman bagi Penyintas Diabetes

Penyintas diabetes mengalami perubahan fisiologis selama berpuasa, seperti menurunnya kadar gula darah secara drastis. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penyintas diabetes selama berpuasa.

Berikut ini adalah beberapa tips menjalankan puasa bagi penyintas diabetes yang dirangkum dari kanal Klikdokter.

Berkonsultasi dengan Dokter

Agar dapat menjalankan puasa dengan aman dan tidak berisiko terjadi komplikasi, maka sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum berpuasa. Sehingga Anda dapat menyesuaikan penggunaan obat diabetes selama berpuasa sesuai dengan petunjuk dokter.

Memeriksa Gula Darah secara Rutin

Pemeriksaan secara rutin diperlukan untuk mengontrol gula darah tetap dalam batas normal. Hal ini sebagai proses pencegahan agar diabetes tidak semakin parah.

Memastikan Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi

Pastikan selama berpuasa, Anda tetap memenuhi kebutuhan cairan minimal yang dibutuhkan tubuh, yaitu minimal 2 liter untuk menghindari terjadinya dehidrasi.

Mengatur Pola Makan

Bagi penyintas diabetes, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yang berkaitan dengan pola makan.

  • Jangan lewatkan makan sahur. Hal ini penting agar Anda memiliki cadangan energi, sehingga pastikan makanan yang Anda konsumsi ketika sahur tinggi protein dan serat. Misalnya, nasi merah, gandum, telur, ikan, sayur, dan buah.

Hindari mengonsumsi kopi, minuman bersoda, atau teh terutama saat sahur. Namun, bagi Anda pecinta teh, Anda tidak perlu menghindarinya lagi ketika sahur, cukup dengan mengganti teh Anda dengan teh celup manis bebas gula.

  • Hindari makan berlebih ketika berbuka. Agar tidak terjadi peningkatan gula darah yang signifikan ketika berbuka puasa, pastikan Anda mengonsumsi asupan kalori yang seimbang.
  • Jangan mengonsumsi makanan yang manis secara berlebihan.

Meluangkan Waktu untuk Berolahraga

Agar tubuh tetap bugar selama berpuasa, Anda dapat meluangkan waktu untuk melakukan senam diabetes ringan seperti senam kaki.

Mengonsumsi Suplemen

Agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi selama berpuasa, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen, misalnya multivitamin. Nah, dengan menerapkan beberapa tips di atas, penyintas diabetes dapat berpuasa dengan aman. Demikian halnya dengan pecinta teh, selama berpuasa Anda tetap dapat mengonsumsi Tehdia.

Tehdia merupakan teh manis tanpa gula terbuat dari teh hitam pilihan kaya antioksidan dengan campuran daun stevia yang 300 kali lebih manis dari gula, 100% alami, dan tentunya aman dikonsumsi oleh penyintas diabetes.

Buat kalian, yang masih penasaran dengan produk ini, dapat mengunjungi www.tehdia.co.id.

Referensi:

  • https://www.klikdokter.com/penyakit/gula-darah-tinggi-atau-diabetes-melitus-tipe-2
  • https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2695785/tips-berpuasa-bagi-penderita-diabetess
Chat Admin
1
Hubungi Admin Sekarang
Chat Admin Tehdia
Sahabat Manis, chat admin kami sekarang untuk informasi mengenai produk dan kerjasama